Teras dan Koridor

Teras dan Koridor

Teras raksasa terbuka seluas 29.800 meter terletak di sebelah kiri dan di belakang gedung induk. Teras ini berlapis tegel keramik berwarna merah kecoklatan yang disusun membentuk shaf salat. Teras ini dibuat untuk menampung jamaah pada saat salat Idul Fitri dan Idul Adha. Selain itu teras ini juga berfungsi sebagai tempat acara-acara keagamaan seperti MTQ dan pada emper tengah biasa digunakan untuk peragaan latihan manasik haji, teras raksasa ini dapat menampung sekitar 50.000 jamaah.

Emper keliling dan Koridor
  • Panjang: 165 meter
  • Lebar : 125 meter

Emper atau koridor ini mengelilingi teras raksasa dan koridor tengah yang sekelilingya terdapat 1800 pilar guna menopang bangunan emper. Di bagian tengah terdapat koridor tengah yang menghubungkan pintu Al Fattah di timur laut dengan pintu Ar Rozzaq di barat daya. Arah poros koridor ini mengarah ke Monumen Nasional menandakan masjid ini adalah masjid nasional.

Tempat Wudhu dan Kamar Mandi

Tempat Wudhu dan Kamar Mandi

Keperluan air untuk bersuci di Masjid Istiqlal pada awalnya dari Perusahaan Air Minum (PAM). Sebagai cadangan untuk mengantisipasi kekurangan dan kerusakan maka dibuatlah 6 buah sumur artesis dengan kedalaman 100 M, menggunakan mesin berkekuatan 3 PK dan 3 fase berkapasitas 600 liter permenit dan didistribusikan ke tempat-tempat wudhu.

Untuk kebutuhan air di tempat pembuangan air kecil digunakan delapa buah mesin Hydrofour, ditambah empat tangki Hydrofour berkapasitas 1400 liter. Mesin-mesin air tersebut menggunakan tenaga listrik sebanyak 15 PK.

Tempat wudhu terdapat di beberapa lokasi di lantai dasar yaitu di sebelah utara, timur maupun selatan gedung utama. Di setiap lokasi tersedia 100 unit tempat wudhu dengan kran air terbuat dari bahan stainless steel, tiap unitnya terdiri atas 6 buah kran maka jumlah kran seluruhnya sebanyak 600 buah. Berarti pada saat yang bersamaan dapat melayani 600 orang berwudhu sekaligus.

Sedangkan toilet terdapat di lantai dasar sebelah barat, selatan dan timur di bawah teras raksasa. Toilet ini sengaja dibangun terpisah dari tempat wudhu, hal ini dimaksudkan agar tempat yang bersih dan suci tidak berdekatan dengan tempat yang kotor. Disisi sebelah timur, dibawah emper masjid terdapat dua lokasi urinior yang berkapasitas 80 ruang.

Selain itu juga terdapat 52 kamar mandi dan WC, dengan rincian: 12 buah dibawah emper barat, 12 buah dibawah emper selatan dekat menara dan 28 buah dibawah emper sebelah timur. Keperluan air untuk wudhu, kamar mandi dan toilet ini setiap hari dipasok air dari PAM yaang berkapasitas 600 liter per menit.

ISTIQLAL BERMAKNA MERDEKA

ISTIQLAL BERMAKNA MERDEKA

Istiqlal diambil dari bahasa Arab yang berarti Merdeka. Sebagai rasa syukur atas limpahan rahmat Allah  berupa kemerdekaan dan menghormati para pejuang yang gugur.

DIARSITEKI SEORANG NON MUSLIM

DIARSITEKI SEORANG NON MUSLIM

Masjid Istiqlal dirancang oleh Frederich Silaban, seorang penganut Kristen Protestan anak seorang pendeta kelahiran Bonandolok, Sumatera Utara, 16 Desember 1912.

DIBANGUN BERTEPATAN MAULID NABI

DIBANGUN BERTEPATAN MAULID NABI

Pemancangan tiang pertama dilakukan oleh Presiden Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1961 bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

MEMILIKI KUBAH BERUKURAN RAKSASA

MEMILIKI KUBAH BERUKURAN RAKSASA

Masjid Istiqlal memiliki kubah utama dengan ukuran besar yang tersusun dari rangka baja anti karat. Bentang diameter kubahnya adalah 45 meter, dan ditopang oleh 12 pilar besar yang tersusun melingkar.

MEMILIKI BEDUK BERUKURAN RAKSASA

MEMILIKI BEDUK BERUKURAN RAKSASA

Masjid Istiqlal memiliki beduk raksasa yang dinobatkan sebagai yang terbesar di nusantara. Panjangnya 3 meter, dengan berat 2,30 ton, terbuat dari kayu meranti merah berumur 300 tahun.