Bimbingan dan Pembinaan Muallaf

Bimbingan dan Pembinaan Muallaf

Masjid Istiqlal sebagai masjid negara memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin memeluk agama Islam dengan membimbing proses menjadi seorang muslim hingga memahami hak dan kewajiban yang diembannya setelah menjadi seorang muslim.

Untuk itu bagi masyarakat yang ingin memeluk agama Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Istiqlal harus mempersiapkan diri dan memenuhi beberapa prosedur yang sudah ditetapkan pengurus Masjid Istiqlal. berikut ini adalah beberapa prosedur yang harus diperhatikan

Prosedur Masuk Islam di Masjid Istiqlal Jakarta

I. PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sejalan dengan Visi dan Misi BPPMI dalam meningkatkan kualitas pelayanan Masjid Istiqlal kepada masyarakat, khususnya dalam melayani masyarakat yang masuk Islam memerlukan prosedur tetap yang jelas dan baku.
Pelaksanaan pelayanan peng-Islaman yang baik, senantiasa dilaksanakan secara terencana, sejak pendaftaran, pembinaan calon muallaf, pelaksanaan peng-Islaman dan pembinaan muallaf selanjutnya.
Manajemen penyelenggaraan Peng-Islaman di Masjid Istiqlal, sejak pendaftaran, pembinaan dan pelaksanaan peng-Islaman perlu ditata secara tertib dan teratur.

Dasar Hukum

Keputusan Menteri Agama RI Nomor 573 Tahun 2005 tentang Susunan Personalia Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Periode 2005-2010.
Keputusan Ketua BPPMI Nomor 1B/SK/BPPMI/I/2006 tentang Pembagian Tugas Pokok dan Mekanisme Kerja BPPMI.

Maksud dan Tujuan

Prosedur tetap peng-Islaman di Masjid Istiqlal dimaksudkan untuk menjadi acuan baku bagi para petugas pelaksana peng-Islaman agar terwujud keseragaman dalam setiap melaksanakan peng-Islaman, sehingga peng-Islaman di Masjid Istiqlal betul-betul sesuai sebagaimana yang diharapkan.

Pengertian Istilah

Prosedur tetap adalah rangkaian tahapan yang baku dalam pelaksanaan kegiatan peng-Islaman di Masjid Istiqlal.
Muallaf adalah orang yang menyatakan diri dan berikrar masuk agama Islam di Masjid Istiqlal.
Pembinaan adalah rangkaian kegiatan dalam upaya memberi pengertian dan pemahaman tentang ajaran agama Islam terhadap seseorang baik dalam bentuk lisan, tulisan atau sarana lainnya, agar mantap memeluk dan mengamalkan syariat agama Islam

II. PROSEDUR PELAYANAN ADMINISTRASI

Pelayanan Pendaftaran

Orang yang akan menyatakan dirinya/berikrar masuk Islam di Masjid Istiqlal, mendaftarkan diri pada bidang Ta’mir, dan melengkapi persyaratan sebagai berikut :

Membuat pernyataan akan memeluk agam Islam kepada petugas penerima pendaftaran, untuk dicatat biodata calon muallaf :

1.Nama lengkap dan orang tua
2.Jenis kelamin
3.Tempat/tanggal lahir
4.Kewarganegaraan
5.Alamat/tempat tinggal
6.Pekerjaan
7.Agama yang dianut sebelum ikrar masuk Islam
8.Mengisi formulir pendaftaran masuk/memeluk agama Islam
di Masjid Istiqlal

Menyerahkan kepada petugas penerima pendaftaran :

1.Pas photo 3lembar, ukuran 3×4
2.Surat Pengantar dari RT bagi (WNI) dan Surat Pengantar dari Kedutaan bagi (WNA)
3.Copy KTP bagi (WNI) dan Copy Paspor bagi WNA
4.Meterai temple Rp.6.000,- = 2 lembar

Membuat Surat Permohonan Memeluk Agama Islam yang ditanda tangani di atas meterai Rp.6.000,- oleh yang bersangkutan dan ditanda tangani dua orang saksi, demikian juga WNA dibuat dalam bahasa Inggris. (dengan mengisi formulir yang telah disediakan).

Pembinaan Muallaf

Pembinaan sebelum ikrar masuk Islam :

Pada saat pendaftaran ditanya motivasi memeluk agama Islam.
Ditanya seberapa jauh mengenal, dan memahami agama Islam.
Diberi penjelasan singkat tentang Rukun Iman, Rukun Islam dan Ihsan.
Diberikan buku panduan untuk dipelajari
Diberikan pendidikan/pembinaan untuk memantapkan diri dalam agama Islam, selama satu minggu (7 hari), untuk mempelajari tentang : thaharah (bersuci), wudhu, shalat dan membaca Al-Qur’an

Pembinaan pada saat ikrar masuk Islam :

Pembinaan pada saat ikrar masuk Islam, adalah yang dilakukan oleh petugas Pembina sebelum yang bersangkutan mengucapkan dua kalimat syahadat.

Pembinaan yang diberikan kepada yang bersangkutan, berupa nasehat-nasehat agar yang bersangkutan mantap dan kekal memeluk agama Islam. Menjelaskan arti dan kandungan dua kalimat syahadat, dengan membacakan dan menterjemahkan dua kalimat syahadat.

Yang bersangkutan diajari terlebih dahulu mengucapkan dua kalimat syahadat yang diucapkan dengan khusyu.

Pada saat ikrar masuk Islam, yang bersangkutan mengucapkan dua kalimat syahadat, Pembina menyimak dan memperhatikan ucapan dan kekhusyuan serta kesungguhan pengucapan ikrar tersebut.

Selesai yang bersangkutan mengucapkan/berikrar masuk Islam, dilanjutkan dengan pembacaan doa.

Pembinaan sesudah ikrar masuk Islam :

Sedapat mungkin semua muallaf yang telah berikrar memeluk agama Islam di Masjid Istiqlal, tercatat bio data dan alamat yang bersangkutan, untuk memudah­kan komunikasi dan jalinan silaturrahim, antara lain :

– Diketahui ke Islaman yang bersangkutan lebih lanjut.
– Dilibatkan dalam kegiatan di Masjid Istiqlal
– Pengarahan untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ke Islamannya.

Petugas Peng-Islaman

Petugas Peng-Islaman ditetapkan berdasarkan Keputusan Ketua BPPMI berdasarkan usulan dan pertimbangan Ketua Bidang Ta’mir atas hasil penilaian terhadap masing-masing petugas yang bersangkutan.

Penunjukan diprioritaskan terhadap pejabat dan pelaksana pada Bidang Ta’mir, juga petugas dan luar Bidang Ta’mir atas pertimbangan khusus.

Jadwal Peng-Islaman

Peng-Islaman pada dasarnya dilaksanakan pada setiap hari kerja, namun pada hari libur dimungkinkan bisa dilakukan melalui kesepakatan antara petugas dengan orang yang akan masuk Islam.

Pada hari Senin s.d Jum’at peng-Islaman dilakukan mulai pukul 08.00 s.d 14.30 WIB dengan istirahat pada waktu shalat Zhuhur dan shalat Jum’at.

Pada hari Sabtu dan hari libur ditetapkan waktunya berdasarkan waktu yang telah disepakati kedua belah fihak.

Pelaksanaan Peng-Islaman

Suasana Ruangan Peng-Islaman, senantiasa diciptakan :

Suasana khusyu, serius, dan tenang (tidak ribut)
Ruangan berih, tertata rapi, baik dan teratur
Ruangan berwibawa menunjang suasana yang sakral.

Penampilan petugas

Fisik yang sehat dan segar, tidak loyo/lusuh
Menyampaikan nasihat dan memandu membaca dua kalimat syahadat, dengan suara dan bicara fasih.
Pakaian bersih, baik, sopan, dan Islami.

Hadirin dalam Peng-Islaman

1) Petugas sekurang-kurangnya 2 orang/sebanyak-banyaknya 3 orang terdiri dari :

Penasehat
Pelaksana/pemandu mengucapkan dua kalimat syahadat
Pembacaan doa

2) Orang yang akan menyatakan masuk Islam sendiri.

3) Saksi atau keluarga sekurang-kurangnya 2 orang dan sebanyak-banyaknya 8 orang.

Pelaksanaan acara Peng-Islaman memenuhi prosedur teknis peng-Islaman yang baku.

PROSEDUR TEKNIS PENG-ISLAMAN
Khutbah dan Nasehat Peng-Islaman

Khutbah atau nasehat peng-Islaman dilakukan oleh pembimbing/ penasehat peng-Islaman

Dalam khutbah/nasehat kepada calon mualaf materi nasehat yang perlu disampaikan secara kronologis sebagai berikut :

1.Pembukuan dengan pertanyaan-pertanyaan menguji kemantapan calon mualaf masuk Islam
-Aqidah
– Ibadah
-Muamalah
– Kewajiban menuntut ilmu.

2.Akad / Ikrar masuk Islam

Pengucapan dua kalimat syahadat dipandu oleh pembimbing/ pemandu, dilafalkan dalam bahasa Arab, kemudian dibacakan artinya.

Dilaksanakan dalam suasana yang khidmat, khusyu’, serius sehingga pengucapan dua kalimat syahadat tersebut oleh yang bersangkutan diucapkan dengan lisan, dibarengi dengan hatinya.

3.Pembacaan Do’a

Pembacaan doa dipimpinan oleh pembimbing pembaca doa, bila petugas khusus doa berhalangan hadir, bisa dilakukan oleh Pemandu peng-Islaman, atau Penasehat

Pembacaan doa dilaksanakan segera setelah selesainya pengucapan dua kalimat syahadat.

4.Sertifikat masuk Islam

Sertifikat dibuat dalam bentuk baku yang dicetak denganmutu cetakan dan kertas yang terbaik.
Sertifikat ditanda tangani oleh yang bersangkutan dan para saksi pada saat setelah pengucapan dua kalimat syahadat, setelah selesai pembacaan do’a
Sertifikat dibuat dua rangkap (asli dan duplikat) aslinya diberikan kepada yang bersangkutan sedangkan duplikatnya didokumentasikan oleh Bidang Ta’mir
Sertifikat khusus untuk orang WNA dibuatkan dalam teks bahasa Inggris.

PERSYARATAN TEHNIS ADMINISTRATIF PENGISLAMAN

1. Pas photo, ukuran 3 x 4 = 3 lembar
2. Surat Pengantar dari RT bagi WNI
3. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
4. Meterai Rp. 6.000,- = 2 lembar
5. Fotocopy Paspor bagi WNA
6. Saksi 2 (dua) orang
7. Waktu pukul 09.00 – 14.40 WIB, Senin s.d Sabtu

(Tanggal merah, Hari Libur) Telp. 021 386 8347

*Tempat di Bidang Ta’mir Masjid Istiqlal Kamar 61
Tidak dipungut biaya.

Konsultasi Pernikahan & Keluarga

Konsultasi Pernikahan & Keluarga

Masjid Istiqlal bekerjasama dengan Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) yang berada di bawah Kementerian agama melayani konsultasi Pernikahan dan Keluarga bagi jamaah atau masyarakat.

BP4 berdiri sejak 1950-an dan merupakan lembaga yang dilahirkan oleh Kementerian Agama dengan tujuan untuk mempertinggi nilai perkawinan dan terwujudnya rumah tangga sejahtera dan bahagia menurut tuntunan Islam. Sejarah keberadaan BP4 adalah atas prakarsa tokoh Islam almarhum H.S.M. Nasaruddin Latif. Diawali dengan pembentukan Seksi Penasihat Perkawinan pada Kantor-kantor Urusan Agama di wilayah Provinsi Jakarta Raya pada 1954. Pada tahun 1956 ditingkatkan menjadi P5 (Panitia Penasihat Perkawinan dan Penyelesaian Perceraian). Dalam perkembangan selanjutnya pada  pertemuan organisasi penasihatan perkawinan se-Jawa di Jakartatahun 1960 disepakati pembentukan organisasi BP4 yang bersifat nasional hingga kemudian pada Konperensi Dinas Departemen Agama ke VII tahun 1961 di Cipayungdiumumkan berdirinya BP4 yang bersifat nasional.

Alamat : Masjid Istiqlal R.66 Jalan Taman Wijaya Kusumah Jakarta 10710 Telp/ Fax 021-3804927

Hotline : 021-3457444  Website : www.bp4pusat.or.id.

Melayani konseling Perkawinan dan Keluarga.

 

Ketentuan :

1. Pendaftaran Konseling/ konsultasi sehari atau dua hari sebelumnya dengan konsultan yang bertugas.

2. Tempat Konsultasi di Kantor BP4 Pusat

3. Membayar biaya konsultasi.

Waktu :

1. Tiap hari kerja Senin s.d. Jum’at jam 09.00 s.d. 16.00

2. Dan khusus hari Sabtu sesuai jadwal buka bila ada perjanjian konsultasi.

Daftar Konsultan BP4 Pusat

Hari Senin

1.   Drs. H. Kadi Sastrowirjono. (Konsultan, Mediator, Mantan Hakim dan Pakar Hukum Waris)

Telp 021-7971225/ Hp.0813.14262911

2.   Dra. Hj. D. Cholidah Hanum, M.Pd.I. (Konsultan, Mediator dan Psikolog)

Hp.0812.9686.5400

 

Hari Selasa

4.   Dra. Hj. Zubaidah Muchtar. (Konsultan, Mediator dan Psikolog)

Telp.021-4247.892/ Hp.0813.1053.3893

5.   Dra.Hj. Siti Khadijah, M.Si. (Konsultan, Mediator dan Psikolog)

Hp.0856.9188.4446

 

Hari Rabu

6.   Prof.Dr.Hj. Nurhayati Djamas, M.A.,M.Si. (Konsultan, Mediator, Pakar Hukum dan Psikologi Anak dan Keluarga)

Hp.0813.1629.1153

 

Hari Kamis

7.   Dra. Hj. Durrah Baraja, S.H.,M.Hum. (Mediator, Konsultan dan Pakar Hukum)

Hp.0813.8212.4884/ 081.725.425

8.   Dr. H. Soefyanto, S.H.,M.H. (Konsultan, Mediator dan Pakar Hukum)

Telp.021-781.0439/ Hp.0813.8002.5614

 

Hari Jum’at

9.   Dra. Hj. Fadilah Ahmad, M.M. (Mediator dan Konsultan)

Telp.021-8090008/ Hp.0812.824.5505

10. Dr. H. Nandi Naksabandi, S.H.,M.H. (Konsultan dan Pakar Hukum)

Hp.0815.1313.7788

 

Berdasarkan Perjanjian (Hari Sabtu) :

11. Prof.Dr. Hj. Reni Akbar Hawadi (Konsultan Pakar Psikolog Perkembangan)

Hp.0818.783.223

12. Drs. H. Wahyu Widiana, M.A. (Konsultan dan Pakar Hukum)

Hp.0813.8193.4687

13. Dra. Hj. Nilmayetty, M.M. (Konsultan dan Mediator)

Hp.0821.2213.1583/ 0816.1667.972

14. Dra. Hj. Zahrotun Nihayah, M.Si. (Konsultan Anak)

Hp.0812.9068.615

15. Dra. Radhiya Bustan, M.Soc. Sc. (Konsultan dan Mediator)

Hp.0812.9344.1982

Panduan Wisata Religi Masjid Istiqlal

Panduan Wisata Religi Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata yang terkenal di Jakarta. Kebanyakan wisatawan yang berkunjung umumnya wisatawan domestik, dan sebagian wisatawan asing yang beragama Islam. Masyarakat non-Muslim juga dapat berkunjung ke masjid ini setelah sebelumnya mendapat pembekalan informasi mengenai Islam dan Masjid Istiqlal, meskipun demikian bagian yang boleh dikunjungi kaum non-Muslim terbatas dan harus didampingi pemandu.

Perpustakaan Istiqlal

Perpustakaan Istiqlal

Perpustakaan Istiqlal pada awalnya dirintis oleh Pusat Dakwah Islam Indonesia (PDII) dengan nama Pusat perpustakaan Islam Indonesia (PPII) sebagai tindak lanjut dari rekomendasi Seminar Nasional Dakwah tahun 1969 bahwa di lingkungan Masjid Istiqlal perlu dibentuk sebuah perpustakaan Islam dalam rangka memenuhi kebutuhan sumber informasi Islam bagi para ulama dan masyarakat Islam pada umumnya. Sebagai modal dasar, Presiden RI melalui DIP pada tahun 1973/1974 memberikan bantuan sebesar 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) untuk pengadaan koleksi dan sarana perpustakaan.

Karena kondisi dan tempat yang belum memungkinkan pada saat Masjid Istiqlal sedang dibangun, maka untuk sementara PPII ditempatkan di komplek Museum Fatahillah Jakarta Kota, kemudian pada tahun 1975 kegiatan PPII dipindahkan ke Wisma Sejahtera unit IAIN (Sekarang UIN) di Ciputat dan tahun 1977 dipindahkan lagi ke komplek pendidikan Yayasan Said Naum di Jl Kyai Mas Mansur Tanah Abang, Jakarta Pusat. Akhirnya setelah berpindah pindah tempat, pada tahun 1980 PPII mulai dipindahkan ke Masjid Istiqlal dan menempati ruang 7 lantai dasar Masjid Istiqlal

Visi dan Misi

Visi : Terwujudnya Perpustakaan Islam Modern dengan koleksi yang berkualitas, sistem pengelolaan yang mutakhir dan sumber daya manusia yang professional.

Misi :

a. Membangun dan mengembangkan perpustakaan Islam, berbasis teknologi, informasi yang meliputi perpustakaan dewasa dan perpustkaan anak.

b. Membangun ketenagaan perpustakaan Islam.

c. Membangun dan mengembangkan jaringan informasi Islam.

d. Menerbitkan publikasi Islam.

Tujuan

a. Meningkatkan pengetahuan kaum muslimin dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat seluruhnya berdasarkan pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.

b. Meningkatkan pengertian dan kesadaran kaum muslimin akan ajaran agamanya dalam menunjang pembangunan di segala bidang

c. Membantu Pemerintah dan masyarakat pada umumnya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui peningkatan budaya baca.

d. Menignkatkan profesionalitas ketenagaan perpustakaan masjid

e. Mewujudkan pusat pengkajian Islam melalui jaringan perpustakaan Islam.

Fungsi

a. Menyediakan sumber-sumber informasi Islam meliputi buku-buku keagamaan dan pengetahuan umum lainnya di Masjid Istiqlal.

b. Merintis berdirinya perpustakaan masjid dan taman bacaan masyarakat.

c. Menyelenggarakan koordinasi dan kerjasama perpustakaan masjid dan perpustakaan Islam lainnya serta dengan lembaga lembaga perpustakaan, dokumentasi dan informasi pada umumnya melalui system jaringan informasi Islam.

d. Mengadakan pembinaan dan pelatihan perpustakaan Masjid dan Perpustakaan Islam.

e. Melakukan pengkajian-pengkajian Islam dan temu ilmiah keagamaan .

f. Mengadakan kegiatan (peningkatan budaya baca masyarakat).

g. Menyelenggarakan penerbitan monografi dan majalah Islam.

Lingkup Kegiatan

Sejalan dengan fungsinya sebagai pusat informasi Islam dan lembaga pengembangan kemasyarakatan, PPII melakukan berbagai kegiatan Antara lain.

a. Menyelenggarakan Perpustakaan Islam.

b. Mengembangkan jaringan Perpustakaan Islam.

c. Menyelenggarakan berbagai temu karya dan temu Ilmiah.

d. Menerbitkan berbagai publikasi Islam.

e. Menyelenggarakan dokumentasi literer Islam.

Madrasah Istiqlal

Madrasah Istiqlal

Masjid Istiqlal memiliki sebuah Madrasah yang berada dibawah naungan Yayasan Istiqlal Indonesia. Madrasah Istiqlal sebagai Madrasah satu atap diawali dengan penyelenggaraan Taman Kanak-Kanak Islam/Raudhatul Athfal pada tanggal 26 Juli 1999 atas arahan Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal pada saat itu Bapak Drs. H. Mubarok, M.Si. Penyelenggaraan Taman Kanak-Kanak Islam Istiqlal ditetapkan dengan surat keputusan Nomor: 14/SK/BPPMI/VII/2001, dengan penanggung jawab Ibu Hj. Nibras OR. Salim (ketua umum BPTKI pada saat itu), yang dalam perkembangan selanjutnya disebut dengan pendidikan anak usia dini (PAUD). Jumlah siswa pada tahun pertama sebanyak 4 (empat) orang. Untuk saat ini jumlah siswa PAUD Istiqlal sebanyak 110 siswa dengan prestasi; terpilih sebagai PAUD unggulan tingkat DKI Jakarta yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal Departemen Pendidikan Nasional pada tahun 2007.

Pada tanggal 1 Juli 2004, atas permintaan POMG (sekarang Komite Sekolah), diselenggarakan Sekolah Dasar Islam, yang pada waktu itu dengan menggunakan istilah kelompok C, mengingat pada saat itu belum tersedianya stándar pendidikan sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Jumlah siswa pada tahun pertama sebanyak 8 (delapan) orang.

Pada tanggal 01 Juli 2007, atas keputusan Bapak Menteri Agama RI, Dr. H. Muhammad Maftuh Basyuni, lembaga pendidikan yang berada di Masjid Istiqlal yang sebelumnya di bawah binaan Kementerian Pendidikan Nasional RI, berubah status berada di bawah binaan Kementerian Agama RI dengan nama Madrasah Istiqlal Jakarta. Pada waktu bersamaan pula, atas petunjuk Bapak Menteri Agama diselenggarakan Madrasah Tsanawiyah Istiqlal dengan jumlah siswa pada tahun pertama sebanyak 2 (dua) orang.

Sampai saat ini Madrasah Istiqlal telah menyelenggarakan 4 (empat) jenis layanan satuan pendidikan yang meliputi:

1. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang terdiri dari Kelompok Bermain dan Raudhatul Athfal Istiqlal, berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Nomor: 30A/SK/BPPMI/V/2006.

2. Madrasah Ibtidaiyah, berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Nomor: 30B/SK/BPPMI/V/2006

3. Madrasah Tsanawiyah, berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Nomor: 85A/SK/BPPMI/VII/2007

4. Madrasah Aliyah, berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Nomor: 028/SK/BPPMI/II/2012.

Hari ulang tahun Madrasah Istiqlal ditetapkan tanggal 26 Juli.

Kunjungi situsnya:  Madrasah Istiqlal

Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA

Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA

Imam Besar Masjid Istiqlal

Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA (lahir di Ujung-Bone, Sulawesi Selatan, 23 Juni 1959 ; umur 57 tahun) sekarang beliau adalah Imam Besar masjid Istiqlal yang diangkat oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin. Beliau adalah mantan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia yang menjabat dari tahun 2011 sampai 2014. Ia juga merupakan pendiri organisasi lintas agama untuk Masyarakat Dialog antar Umat Beragama dan pernah menjabat sebagai Dirjen pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di Departemen Agama/ Kementerian Agama Republik Indonesia. Beliau juga adalah anggota dari Tim Penasehat Inggris-Indonesia yang didirikan oleh mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair.  Continue reading

Menara Masjid Istiqlal

Menara Masjid Istiqlal

Menara Masjid Istiqlal adalah bangunan yang pertama kali dibangun, saat pembangunan Masjid Istiqlal dimulai.

  • Tinggi tubuh menara marmer: 6.666 cm = 66.66 meter
  • Tinggi kemuncak (pinnacle) menara baja antikarat: 30 meter
  • Tinggi total menara: sekitar 90 meter
  • Diameter menara 5 meter

Dalam tradisi Islam Klasik, bangunan menara biasa digunakan sebagai tempat Muadzin mengumandangkan adzan. Pada Menara Masjid Istiqlal di atasnya terdapat pengeras suara yang dapat menyuarakan adzan ke kawasan sekitar masjid.

Menara megah tersebut melambangkan keagungan Islam, dan kemuliaan kaum muslimin. Keistimewaan lainnya, menara yang terletak di sudut selatan masjid, dengan ketinggian 6.666 cm ini dinisbahkan dengan jumlah ayat-ayat Al-Quran. Pada bagian ujung atas menara, berdiri kemuncak (pinnacle) dari besi baja yang menjulang ke angkasa setinggi 30 meter sebagai simbol dari jumlah juz dalam Al-Quran. Menara dan kemuncak baja ini membentuk tinggi total menara sekitar 90 meter.

Puncak menara yang meruncing dirancang berlubang-lubang terbuat dari kerangka baja tipis. Angka 6.666 merupakan simbol dari jumlah ayat yang terdapat dalam AL- Quran, seperti yang diyakini oleh sebahagian besar ulama di Indonesia.

Bangunan Utama

Bangunan Utama

Masjid Istiqlal yang megah ini adalah bangunan berlantai dua. Lantai pertama untuk perkantoran, ruang pertemuan, instalasi AC sentral dan listrik, kamar mandi, toilet dan ruang tempat wudhu. Lantai dua, untuk salat yang terdiri dari ruang salat utama dan teras terbuka yang luas guna untuk menampung jemaah yang melimpah terutama pada saat salat Idul Fitri dan Idul Adha.

Lantai utama yang disediakan untuk ruang sholat baik Rawatib ataupun sholat sunnat lainnya terletak di gedung utama dengan daya tampung 61.00 orang jamaah.

berikut adalah detail tentang Lantai utama Masjid Istiqlal

  • Tinggi: 60 meter
  • Panjang: 100 meter
  • Lebar: 100 meter
  • Tiang pancang: 2.361 buah

Di bagian depan terdapat Mihrab tempat di mana imam memimpin sholat jamaah, dan disebelah kanan mihrab terdapat mimbar yang ditinggikan. Lantainya ditutupi karpet merah sumbangan seorang dermawan dari Kerajaan Arab Saudi.

Bangunan masjid Istiqlal terdiri atas 2 bangunan yaitu bangunan utama dan bangunan pendamping yang memiliki ukuran yang lebih kecil.

Bangunan pendamping yang berukuran lebih kecil ini berfungsi sebagai tempat tambahan untuk beribadah sekaligus sebagai tangga.

Bangunan utama ini dimahkotai kubah dengan bentang diameter sebesar 45 meter.

Makna dari angka “45” melambangkan tahun 1945, yaitu tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kemuncak atau mastaka kubah utama dimahkotai ornamen baja antikarat dengan simbol Islam yang berbentuk Bulan sabit dan bintang.

Kubah utama masjid ini ditopang 12 tiang ruang ibadah utama yang disusun melingkar pada tepi dasar kubah yang dikelilingi 4 tingkat balkon.

Angka “12” yang dilambangkan oleh 12 tiang menunjukkan makna hari kelahiran nabi Muhammad yaitu tanggal 12 Rabiul Awwal.

Selain itu angka ini juga melambangkan 12 bulan dalam penanggalan Islam (termasuk penanggalan Masehi) dalam masa 1 tahun.

Empat tingkat balkon dan satu lantai utama melambangkan angka “5” yang melambangkan lima Rukun Islam sekaligus melambangkan Pancasila, falsafah kebangsaan Indonesia. Tangga terletak di keempat sudut ruangan menjangkau semua lantai.

Gedung utama dengan ruang salat utama mengarah ke kiblat (Mekkah), sedangkan teras terbuka yang luas mengarah ke Monumen Nasional (Monas).

Kubah Raksasa

Kubah Raksasa

Dengan diameter 45 m, terbuat dari kerangka baja antikarat dari Jerman Barat dengan berat 86 ton, sementara bagian luarnya dilapisi dengan keramik. Diameter 45 meter merupakan simbol penghormatan dan rasa syukur atas kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tahun 1945 sesuai dengan nama Istiqlal itu sendiri. Bagian bawah sekeliling kubah terdapat kaligrafi Surat Yassin yang ditulis oleh K.H Fa’iz seorang Khatthaath senior dari Jawa Timur.

Dari luar atap bagian atas kubah dipasang penangkal petir berbentuk lambang Bulan dan Bintang yang terbuat dari stainless steel dengan diameter 3 meter dan berat 2,5 ton. Dari dalam kubah di topang oleh 12 pilar berdiameter 2,6 meter dengan tinggi 60 meter, 12 buah pilar ini merupakan simbol angka kelahiran nabi Muhammad SAW yaitu 12 Rabiul Awal tahun Gajah atau 20 April 571 M.

Seluruh bagian di gedung utama ini dilapisi marmer yang didatangkan langsung dari Tulungagung seluas 36.980 meter persegi.