Ketua BPPMI, Laksamana Pertama (Pur) KH. Asep Saepudin : ” Masjid Istiqlal Beriman (Bersih Indah dan Nyaman)

411
Ketua BPPMI Laksamana Pertama (Purn) KH. Asep Saepudin.

Bapak Laksamana Pertama (Pur) KH. Asep Saepudin Ketua BPPMI yang baru saja dilantik oleh Menteri agama, menggantikan Alm. Bp. KH. Dr. M. Muzammil Basyuni, segera membuat program baru demi meningkatkan pelayanan Masjid Istiqlal.
Bagaimana detil program tersebut, dibawah ini kami sajikan wawancara ekslusif bersama beliau dikantornya ruang 48.

Bagaimana menurut Bapak mengenai kondisi Masjid Istiqlal saat ini?

Saya sangat mengapresiasi terhadap apa yang sudah dilakukan oleh para pendahulu di Masjid Istiqlal, mereka begitu baik mengelola Masjid Istiqlal.

Akan tetapi ada masalah yang sudah kita ketahui bersama. Kita bisa melihat permasalahan kebersihan yang terletak pada pintu gerbang Masjid Istiqlal yang disebabkan oleh pengunjung terutama karena adanya pedagang.
Oleh karena itu menurut saya, perlu digerakkan langkah menuju Masjid Istiqlal yang BERIMAN. Yaitu adalah bersih, indah dan nyaman. Maksud dari program itu adalah bagaimana supaya Masjid Istiqlal kalau sudah bersih nanti akan nampak indah, kalau sudah indah orang akan menjadi nyaman. Ini haruslah menjadi harapan kita semua.

Seperti apa langkah konkrit dalam program Masjid Istiqlal BERIMAN?

Langkah pertama kita memohon dengan hormat kepada para pedagang untuk tidak berjualan di area Masjid Istiqlal terutama di areal parkir. Tujuannya adalah agar pemandangan Masjid Istiqlal menjadi lebih terbuka dan lebih positif.
Kemudian dengan tidak adanya pedagang di Masjid Istiqlal membuat lalu lintas pengunjung tidak terhambat oleh adanya kerumunan para pedagang yang biasa berjualan disini.

Masjid Istiqlal ini adalah Masjid Nasional yang dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara hampir setiap hari. Para wisatawan ini nanti akan lebih nyaman bila Masjid Istiqlal bersih, indah dan nyaman.

Adakah program Istiqlal yang perlu diganti, dipertahankan atau dikembangkan?

Saya rasa tidak ada yang perlu diganti. Yang sudah ada kita kita coba pertahankan dan kita perbaiki. Kita juga akan melakukan penataan menyangkut masalah pengelolaan SDM. Bagaimanapun juga SDM inilah yang akan menjalankan program-program Istiqlal dalam kegiatan sehari-hari.

Kita harus mempertimbangkan berbagai aspek untuk SDM itu sendiri. Bila dari aspek pengalaman kerja, banyak karyawan Istiqlal statusnya adalah mengabdi dan pensiunan dari berbagai instansi seperti kementrian agama, bahkan ada yang sudah berumur 70 tahun. Mereka kita hormati di Istiqlal ini dan kita beri ruang untuk mengabdi.
Selain itu, kita perlu menyesuaikan potensi SDM yang kita punya. Misalnya apabila yang berhubungan dengan fisik tentulah kita mengambil tenaga yang lebih muda, seperti bagian kebersihan.

Selain itu kita juga perlu memperhatikan kesejahteraan dari SDM itu sendiri.

Dalam rangka peningkatan kualitas SDM, apakah akan ada pelatihan untuk pegawai BPPMI?

Tentu saja, nanti perlu diadakan pelatihan sesuai dengan bidang yang dijalaninya untuk meningkatkan kualitas SDM Istiqlal. Seperti security melaksanakan pelatihan sehingga menjadi security yang tersertifikasi. Mungkin nanti perlu juga untuk karyawan BPPMI diadakan pelatihan tentang performa penampilan yang baik dalam pelayanan masyarakat atau tamu.

Kita juga perlu melakukan pelatihan teknis yang praktis yang banyak digunakan dalam kehidupan bermasyarakat seperti bagaimana cara mengurus Jenazah dan lain lain.

Wawancara eksklusif bersama Ketua BPPMI Laksamana Pertama (purn) KH. Asep Saepudin (sebelah kanan)

Apa harapan Bapak kepada pengurus BPPMI?

Saya berterimakasih kepada para pengurus BPPMI yang sudah bekerja dengan baik. Karena beliau-beliau yang sudah lebih lama di Istiqlal inilah sampai saat ini Masjid Istiqlal dikenal masyarakat.

Saya berharap kita semua lebih memperlihatkan kerjasama dan solidaritas. Karena tidak akan berhasil antara pegawai dan pemimpinnya bila tidak bekerja bersama. Saya selalu menerapkan prinsip kepempinan dalam bekerja, pegawai bekerja dan saya juga harus turun ke lapangan.

Saya hadir di Istiqlal jam 7 pagi, saya selalu berkeliling-keliling memantau masjid ini dan saya ajak bicara pegawai tentang bagaimana pekerjaannya, dan saya pulang setelah sholat Isya. Orang tidak akan berhasil bila sendirian, oleh karena itu kita perlu bekerjasama.

Apa pesan Bapak kepada para jama’ah yang berkunjung ke Istiqlal?

Masjid ini dipelihara dan dirawat untuk dipersembahkan kepada Allah SWT dan umat. Kita disini pengurus BPPMI adalah khodim. Oleh karena itu marilah bersama-sama untuk membuat Masjid Istiqlal menjadi bersih, indah dan nyaman. Saya mohon kepada para pengunjung agar membantu dalam menjaga kebersihan Istiqlal. Banyak sekali rombongan yang bawa makanan dan minuman sendiri, mungkin nanti bisa dimakan di dalam Bis, atau bekas makan dan minumnya dimasukkan ke dalam keranjang terlebih dahulu dan dibuang di tempat sampah yang telah
tersedia. (BSA-Rijal)